CITAX Headline

CITA Apresiasi Kebijakan Baru Kemenkeu Soal Pajak dan Bea Cukai

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menegaskan bahwa lima kebijakan pajak (Panca Bijak Pajak) yang telah dikeluarkan pemerintah justru menciptakan suasana yang kondusif dalam perpajakan.

“Benarkah Pemerintahan Jokowi agresif memungut pajak dan merugikan para pelaku usaha? Justru yang dilakukan menciptakan situasi yang kondusif bagi bisnis, sambil menuntaskan reformasi perpajakan,” tegas dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/4).

Ia mengapreasiasi kebijakan pemerintah yang pertama terkait perpajakan yakni merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46/2013, sehingga PajakUKM tarifnya diturunkan dari 1% menjadi 0,5% dari omset, dan berbagai kemudahan dan kelonggaran agar para pelaku UKM dapat menjalankan usaha dengan nyaman.

“Tak berhenti di sini, kemudahan, pembinaan, dan pemberdayaan pelaku UKM juga menjadi prioritas Pemerintah,” imbuh dia.

Untuk kebijakan kedua Pemerintah juga melakukan percepatan restitusi. Pengembalian kelebihan bayar pajak dipercepat pengembaliannya untuk wajib pajak patuh dan berisiko rendah. Kriteria diperluas, syarat dipermudah, dan prosedur diperpendek.

“Tujuannya agar cashflow wajib pajak terjamin sehingga bisnis akan membaik. Kebijakan ini sekaligus mendorong kepatuhan pajak,” tutur dia.

Ketiga adalah penundaan kewajiban pencantuman NPWP/NIK dalam faktur pajak, sampai dengan para pengusaha kena pajak siap dan para pembeli teredukasi dengan baik. Keputusan ini dianggap bijak oleh CITA sambil mempersiapkan infrastruktur yang baik dan semua pihak siap.

“Pembinaan terus dilakukan dan pada saat yang tepat penegakan hukum yang tegas diambil,” ujar Yustinus.

Kemudian kebijakan keempat untuk eksportir dan importir yang semakin dipermudah dengan perijinan online dan pemangkasan prosedur.

“Adanya KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), Gudang Berikat (GB), Kawasan Berikat (KB), Pusat Logistik Berikat (PLB), dan Mitra Utama Kepabeanan (MITA) memberi nilai tambah berupa efisiensi, kemudahan, dan kepastian. Industri Kecil Menengah (IKM) akan sangat dimudahkan dan diuntungkan,” terangnya.

Dan kebijakan kelima adalah perbaikan kebijakan tax holiday (pembebasan pajak) supaya lebih menarik bagi investor, antara lain perluasan cakupan industri pionir, kepastian jangka waktu, kepastian besaran pembebasan.

Hal ini dikarenakan Investasi sangat dibutuhkan untuk mengungkit dan menggerakkan perekonomian kita, namun tetap diberikan secara selektif dan terukur.

“Jadi alih-alih memberatkan dan bikin resah, Pemerintah justru semakin bijak memungut pajak. Tak perlu galak, tapi semanak. Jika patuh, tak perlu rikuh, apalagi takut gaduh. Bila masih awam, silakan bertanya agar paham,” ucap Yustinus mengapresiasi kebijakan pemerintah. []

Sumber: AKURAT.CO, 03 April 2018

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *