CITAX

Bareng Iuran BPJS dan TDL, Kenaikan Bea Meterai Ganggu Psikologis Masyarakat

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah telah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan bea meterai menjadi Rp10.000. Kenaikan ini dinilai menciptakan dilema bagi pemerintah.

Usulan kenaikan bea meterai sebenarnya sudah diajukan pada Juli 2019. Namun, kenaikannya belum diputuskan hingga saat ini sementara sebagian masyarakat tengah dihadapkan pada rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, sehingga menyebabkan tarif dasar listrik (TDL) naik.

“Sekarang ini secara psikologis rencana kenaikan bea meterai berbarengan dengan kenaikan iuran BPJS, tarif tol, listrik, dan lain-lain,” kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo di Gedung DPR Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Prastowo menilai, cerita kenaikan bea meterai akan berbeda jika dinaikkan pada beberapa tahun silam. “Tarif bea materai kalau RUU (rancangan) diusulkan 4 tahun lalu tidak bermasalah karena situasi belum sekompleks ini,” ujarnya.

Di tengah keruwetan tersebut, dia juga menilai mungkin saat ini bisa menjadi momen yang tepat bagi pemerintah untuk menaikkan bea meterai. Kebijakan yang tidak populis ini cocok diterapkan karena Presiden Jokowi baru menang Pilpres 2019.

“Mumpung Pak Jokowi baru naik periode dua, kebijakan yang tidak populis dinaikan di depan,” ucap dia.

Menurut Prastowo, tarif bea meterai yang saat ini masing-masing Rp3.000 dan Rp6.000 sudah tidak relevan karena tarif terakhir kali diubah pada tahun 2000. Dengan kata lain, dia menilai usulan kenaikan menjadi Rp10.000 sangat tepat.

“Kalau saya lihat PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita dari 2000 sampai sekarang naik dua kali lipat. Jadi, masih rentang wajar dari Rp6 ribu sampai Rp10 ribu,” tuturnya.

Sumber: inews.id, 5 September 2019

Komentar Anda