CITAX

Menkeu Bambang Harus Belajar Komunikasi Politik

INILAH.COM | 07 Maret 2016

INILAHCOM, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, RUU Tax Amnesty harus bisa disahkan menjadi UU pada tahun ini, Kalau tahun depan, ceritanya bisa lain.

Kata Yustinus, pemerintah dan DPR tidak memiliki waktu yang panjang terkait pembahasan RUU Tax Amnesty. Targetya harus bisa rampung tahun ini. “Kalau tahun depan, percuma saja. Momentumnya sudah hilang, lebih baik tidak usah diusulkan saja,” tandas Yustinus kepada INILAHCOM di Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Kata pakar perpajakan ini, kalangan pasar sangat menunggu kepastian RUU Tax Amnesty menjadi UU. Jadi, ketika penantian itu tidak memberikan hasil yang sesuaim maka trust pasar terhadap Indonesia bisa berbalik negatif.

“Tidak ada alasan untuk menunda-nunda. Ibaratnya, pemerintah sudah terlanjur kejebur, jadi sekalian basah. Kalau tak terjadi tahun ini, saya khawatir kepercayaan pasar bisa sirna secepat kilat,” tuturnya.

Kendala yang cukup serius, menurut Yustinus, berada di komunikasi politik antara Menkeu Bambang dengan DPR. Penjelasan yang komprehensif dari Menkeu Bambang terkait urgensi beleid ini, terbilang minimalis kalau tak mau disebut tak transparan. “Meski begitu, saya yakin UU Tax Amnesty bisa rampung tahun ini,” ungkapnya. [ipe]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2279106/menkeu-bambang-harus-belajar-komunikasi-politik#sthash.QZktdTWN.dpuf