CITAX

Pengamat: Pemerintah Diminta Terbuka Dalam Penyusunan Omnibus Law Cilaka

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo meminta pemerintah terbuka dalam menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Ini penting agar masyarakat paham terhadap regulasi ini.

“Ini soal paradigma pemerintah tidak perlu tertutup soal ini. Harus dibuka untuk diskursus dan memerlukan masukan yang banyak. Kenapa buruh itu demo karena tidak paham dari paradigm RUU ini,” ujar dia, Minggu (26/1)

Menurutnya, paradigma omnibus law ini bagus untuk menggenjot investasi di dalam negeri guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun sayangnya belum dikomunikasikan dengan baik.

“Perekonomian Indonesia butuh investasi. Ketika konsumsi rumah tangga sudah stganan dan tidak bisa mendorong perekonomian. Ditambah belanja pemerintah juga tidak cukup mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, sekarang kita fokus pada investasi,” ungkap Prastowo.

Dia menambahkan, defisit neraca perdagangan akibat impor lebih tinggi ketimbang ekspornya. “Ini menjadi persoalan, maka omnibus diharapkan bisa menggenjot ekspor, menarik investasi sebanyak mungkin ke Indonesia,” kata dia.

Dia mengungkapkan, sebelum mengimplementasikan omnibus law pemerintah harus membuaat road map atau peta jalan. Termasuk membuat aturan teknis dari omnibus law ini.

“Judicial review bukan barang haram, maka harus diantisipasi juga untuk beradu argumen. Ini penting guna meyakinkan publik dan para investor,” ujar dia. (*/Dry)

Sumber: indonesiainside.id, 27 Januari 2020

Komentar Anda