CITAX

Proyeksi Penerimaan Pajak hingga Akhir Tahun

JAKARTA – Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dari Januari hingga November 2018, Ditjen Pajak berhasil merealisasikan penerimaan pajak sebesar Rp1.136,6 triliun. Ini berarti penerimaan pajak sampai dengan November 2018 tumbuh sebesar 15,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 2,4%.

Realisasi ini terdiri dari penerimaan PPh Migas sebesar Rp59,8 triliun (156,7% dari target dalam APBN) yang tumbuh 26,7% yoy dan pajak non migas sebesar Rp1.078,8 triliun (77,7% dari target dalam APBN). Rincian realisasi penerimaan pajak non migas terdiri dari PPh non migas sebesar Rp592,6 triliun (72,64% dari target dalam APBN); PPN sebesar Rp459,9 triliun (84,9% dari target dalam APBN); PBB sebesar Rp18,7 triliun (107,8% dari target dalam APBN); dan pajak lainnya sebesar Rp6,6 triliun (67,8% dari target dalam APBN).

(Sumber: Kemenkeu 2018, diolah CITA)

Lebih lanjut, Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) melakukan proyeksi terhadap penerimaan pajak hingga akhir Desember 2018. Hasil proyeksi (bisa dilihat pada Grafik 1.1) menunjukkan dua skenario penerimaan yang diperkirakan akan mampu dikumpulkan oleh DJP.

Penerimaan pajak tahun ini diperkirakan mampu mencapai Rp1.347,7 triliun (skenario optimis) dan Rp1.295,2 triliun (skenario pesimis) atau dengan kata lain mencapai 94,64% dan 90,26% secara berturut-turut dari target yang ditentukan dalam APBN. Ini artinya shortfall penerimaan pajak diperkirakan akan kembali terjadi karena kedua skenario ini masih berada di bawah outlook penerimaan pajak 2018 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.351 triliun.

Related Post