CITAX H2

Tahun Politik 2018 Pengaruhi Penyusunan APBN

Menanggapi APBN 2018, Bhima Yudhistira mengatakan, tahun 2018 menjadi tahun politik, sehingga berpengaruh terhadap penyusunan APBN.

“Sangat berpengaruh, salah satunya anggaran belanja sosialnya akan naik. Asumsi makronya dibuat optimis dengan defisit yang bisa ditekan sampai 2,19% (terhadap PDB), sebenarnya APBN 2018 bernada politis,” ujar dia.

Dia mengatakan, yang akan menjadi kendala adalah ketika belanja bernada politis tapi di sisi lain penerimaan pajak rentan tidak tercapai.

Terkait dengan realisasi target penerimaan pajak tahun ini, Direktur Eksekutif Center of Indonesian Tax Analysis (CITA) Yustinus Prastowo memprediksi realisasi penerimaan pajak hanya sekitar 89-92% dari target, jadi shortfall-nya sekitar Rp 102-140 triliun.

Sedangkan untuk tahun 2018, Yustinus memperkirakan akan mencapai Rp 1.400 triliun dari target Rp 1.423,9 triliun. Kelemahannya adalah strategi tidak dirumuskan sejak awal.

Eric Sugandi memandang, pemerintah mulai mengalokasikan lebih banyak belanja sosial pada tahun depan dan itu melebihi alokasi untuk infrastruktur. Terlepas dari tujuan politik agar terpilih lagi pada 2019, belanja sosial akan membantu memulihkan daya beli masyarakat dan konsumsi pada 2018 dan 2019.

“Untuk tahun 2018, saya perkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh mencapai 5,3% dibanding 5,1% pada tahun ini. Harga komoditas energi yang membaik, konsumsi rumah tangga yang menguat, investasi yang tumbuh lebih cepat, serta belanja sosial pemerintah akan mendukung pertumbuhan,” jelas dia.

Berkaitan dengan penyerapan anggaran, strategi yang mesti dilakukan pemerintah antara lain memotong dana transfer untuk pemda yang serapan anggarannya rendah. Selain itu, pengambilalihan proyek-proyek yang tersendat di daerah oleh pusat. (c01/c02/jn)

Sumber: Beritasatu.com, Senin 30 September 2017

Komentar Anda