Internasional

From Panama to the Pandora Papers: What’s Changed in Offshore Tax

Kebocoran data terbaru yang merinci urusan keuangan elit global memperjelas berapa banyak kemajuan yang telah dicapai sejak dunia mulai berkomitmen memerangi tax evasion dan tax avoidance lintas yurisdiksi pada tahun 2008 — juga berapa banyak pekerjaan rumah yang tersisa. Namun, ada beberapa perbedaan antara Pandora Papers dengan laporan-laporan kebocoran terdahulu.

Pertama, Pandora Papers sejauh ini tidak menduga penggelapan pajak. Dari perspektif pajak secara murni, dokumen ini kurang serius dibandingkan Panama Papers. Pandora berfokus pada penggunaan perwalian lepas pantai (offshore trust) dan perusahaan cangkang (shell company) oleh orang super kaya dan politikus. Struktur hukum ini sering dibuat untuk menjaga kerahasiaan, meskipun sering juga dapat disalahgunakan untuk tujuan pencucian uang atau korupsi.

Kedua, apa yang disoroti oleh Pandora Papers adalah ketidaksetaraan dalam sistem pajak yang memberi orang kaya akses ke hak istimewa yang tidak tersedia bagi kebanyakan orang. Dalam beberapa contoh kasus dalam laporan tersebut, skema yang digunakan memang disediakan oleh kebijakan pemerintah.

Secara keseluruhan, pengkampanye pajak berpendapat bahwa bahkan dengan kesepakatan OECD yang akan segera terjadi dan pengetatan aturan tentang tax haven, kebocoran menunjukkan tidak cukup banyak yang berubah sejak Panama Papers. Mereka menuntut peningkatan transparansi arus uang luar negeri, termasuk pelaporan publik tentang pajak yang dibayarkan oleh perusahaan berdasarkan negara per negara dan pelarangan perusahaan cangkang.

Sumber: Financial Times, 6 Oktober 2021 | Oleh: Emma Agyemang

Komentar Anda