KORAN-JAKARTA.COM | 02 Maret 2016
Pelantikan Dirjen Pajak – Ken Dwijugiasteadi janji permudah pembayaran pajak
Targetkan “Tax Amnesty†2016

Jakarta – Menteri keuangan Bambang Brodjonegoro melantik ken Dwijugiasteadi sebagai Direktur Jenderal Pajak setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas untuk posisi tersebut sejak Desember tahun lalu. ken dihadapkan pada tugas berat untuk mencapai target pajak 1.360 triliun rupiah.
Menkeu mengatakan ken terpilih sebagai Dirjen karena memiliki pengalaman dalam institusi pajak sehingga mampu bekerja lebih cepat dan berkoordinasi dengan jajaran pimpinan terkait untuk mengamankan penerimaan pajak. “Saya harapkan pelantikan ini adalah penegasan, mulai hari ini (Selasa), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mempunyai pimpinan defiitif,†kata Menkeu saat memberikan sambutan pelantikan di Jakarta, Selasa (1/3).
Menkeu berpesan agar ken memiliki ketegasan supaya penerimaan pajak pada 2016 bisa tercapai dan bermanfaat bagi pembangunan nasional serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Bambang mengharapkan perbaikan tax ratio menjadi 14 persen dari saat ini sebesar 11 persen.
Selain itu, Menkeu juga mengharapkan upaya ekstensifiasi ekstra kepada Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi terutama pasal 25 dan 29 yang selama ini masih kecil kontribusinya ke penerimaan pajak, yakni sembilan triliun rupiah. terkait upaya perluasan WP, ken mengaku telah menyusun strategi, yakni meningkatkan kesadaran pembayar pajak. Namun, ken mengakui tugas tersebut tak semudah yang dibayangkan.
“kelas menengah ke atas kita jumlahnya 129 juta jiwa, tapi yang terdaftar memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak) baru 27 juta orang. kami akan mempermudah orang untuk memiliki NPWP, dan mempermudah pembayaran pajak,†kata ken. terkait kebijakan Pengampunan Pajak, ken optimistis insentif fikal berupa tax amnesty dapat terealisasi tahun ini.
Padahal, rancangan Undangundang (rUU) Pengampunan Pajak sampai sekarang belum dibahas DPr sekalipun masa sidang sudah selesai. “Saya optimistis tahun anggaran ini bisa berjalan. karena ini kepentingan semua pihak bukan hanya pemerintah saja,†ujar mantan Staf ahli Menteri keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak.
Keputusan Tepat
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia taxation analysis (CIta), Yustinus Prastowo menilai keputusan Menkeu mengangkat ken sebagai Dirjen Pjak tepat karena pengalamannya yang luas. Yustinus berharap DJP segera dapat bekerja cepat mengamankan target pajak 2016. ke depan, Yustinus berharap ken dapat melakukan konsolidasi internal, menyusun strategi perpajakan yg tepat, dan menyukseskan tax amnesty.
Terkait pengampunan pajak, Yustinus menilai insentif tersebut harus segera terealisasi lantaran ekspektasi publik sangat besar sehingga kepercayaan pemerintah dipertaruhkan.
“Saya percaya DPr hanya mengalami dinamika dan akan mendukung demi kepentingan lebih besar. tugas dirjen baru (ken) harus membangun komunikasi dengan lebih baik,†ujar Yustinus kepada Koran Jakarta, kemarin. bud/Ant/E-10


