JAKARTA – Penetapan metode perhitungan valuasi sebagai dasar penawaran harga divestasi saham Freeport tidak bisa ditentukan masing-masing pihak. Jika Freeport dan pemerintah menghitung berdasarkan metode masing-masing, hasilnya pasti adalah kebuntuan.
Direktur Eksekutif Center of Indonesian Tax Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mencontohkan, perhitungan divestasi saham menggunakan skema replacement cost atau mengganti apa yang dikeluarkan Freeport. Jika menggunakan skema tersebut akan menjadi preseden buruk ke depannya karena replacement cost mendefinisikan biaya penggantian sebagai jumlah kumulatif dari biaya investasi yang dikeluarkan sejak tahap eksplorasi sampai dengan tahun kewajiban divestasi saham.
“Ini cuma memberikan kesempatan janji surga orang masuk. Padahal begitu selesai pengembangannya lalu diambil saham. Itu tidak fair (adil), hanya mengganti apa yang dikeluarkan tapi tidak mengganti ekspektasi alasan orang masuk situ,” tuturnya dalam acara Forum Pakar IMA di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (8/5/2017).
Kemudian, jika perhitungan menggunakan skema fair market value sangat tidak cocok. Pasalnya, skema ini tidak memperhitungkan cadangan mineral atau batu bara saat dilaksanakannya penawaran pelepasan saham (divestasi). Dikarenakan bahan mineral atau batu bara yang ada di dalam Bumi statusnya masih milik negara sebelum dilakukan produksi, dibayarkan royalti, dan kewajiban lainnya.
“Ini menurut saya tidak cocok, karena lebih cocok untuk ganti aset yang comparable. Ini jadi sulit,” ujarnya.
Menurut Yustinus, cara atau skema perhitungan divestasi saham yang paling cocok adalah menggunakan metode income atau disconted cashdlow, sebab ada ekspektasi revenue dan profit yang diharapkan.
“Supaya fair, kita jangan menghitung semua cadangan, itu tinggi sekali. Tapi kira-kira going konsen perusahaan ini berapa tahun, misal 20 tahun atau 50 tahun, itu lebih fair. Tinggal menunjuk prasial yang independen, supaya menggunakan metode yang independen. Jadi bukan Freeport atau pemerintah yang menggunakan metode sendiri, kalau perlu dari asing, supaya lebih fair,” tandasnya.
(rzk)

