“Ini akan mematikan industri plastik Indonesia dan pemerintah seharusnya memastikan dulu, cukai apa yang dikenai. Jangan cukai plastik, terus semua plastik dikenakan. Di ASEAN saja tidak ada yang mengenakan cukai plastik,” ucap dia kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
(Baca Juga:Â PHK Hantui Industri Mamin jika Plastik Kemasan Dikenai Cukai)
Meski begitu dia mendukung kebijakan pemerintah menerapkan plastik berbayar sebesar Rp200 di swalayan atau minimarket. “Kalau itu yang dikenakan tidak apa-apa. Wajar kalau itu, karena jadi limbah. Tapi kalau botol plastik masih bisa dipungut kemudian dijual,” lanjutnya.
Lanjut dia menjelaskan bahwa pengenaan cukai kepada botol plastik akan membuat harga jual produk meningkat. “Kalau dia mengemas kosmetik, minuman, maka akan jadi lebih mahal. Hal itu yang harus dipikirkan pemerintah apakah siap kalau harga-harga naik gara-gara cukai plastik, sedangkan daya beli masyarakat masih rendah,” tandasnya.
(akr)


