CITAX

Dirjen Pajak Definitif akan Dipilih Bulan Ini

METROTVNEWS.COM | 02 FEBRUARI 2016
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro masih menutup rapat informasi mengenai calon pengganti Sigit Priadi Pramudito sebagai Dirjen Pajak secara definitif.
Bambang mengaku secepatnya akan mencari sosok yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut. Ketika ditegaskan apakah akan dilakukan pada Februari ini, Bambang tak menampiknya.
“Tunggu saja, ini saja sudah Februari, iya pokoknya secepatnya,” kata Bambang, ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2016) malam.
Lebih jauh, mengenai skema yang digunakan dalam menentukan bos pajak yang baru, apakah dengan ditunjuk langsung atau diadakan seleksi terbuka seperti pada saat memilih Sigit dahulu, Bambang tak menjawab secara gamblang.
“Terbuka, tertutup, setengah terbuka. Pokoknya tunggu tanggal mainnya, tunggu pengumumannya,” jelas Bambang
Saat ini, sementara, kursi Dirjen Pajak diisi oleh Ken Dwijugiasteadi yang sebelumnya menjabat sebagai staf ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum, paska Sigit mengundurkan diri awal Desember lalu.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Centre of Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo mendesak Presiden Jokowi menyegerakan mengangkat Dirjen Pajak. Pasalnya, begitu banyak hal besar akan dilakukan di tahun ini yakni pengampunan pajak, revisi UU Perpajakan, pemenuhan target pajak sebesar Rp1.368 triliun, membangun administrasi perpajakan modern, menyongsong era baru keterbukaan informasi, transformasi kelembagaan, dan agenda penting lain.
Jika dokumen Nawacita dan Visi Misi Jokowi-JK dibuka kembali, sulit rasanya memungkiri bahwa kemandirian ekonomi adalah salah satu hal penting yang ingin diwujudkan, dan pajak adalah tiang penopangnya. Jokowi sejak awal menyadari bahwa pajak dan Ditjen Pajak adalah bagian penting dalam pemerintahannya sehingga perhatian besar yang diberikan sejak awal merupakan modal besar untuk membangun sistem perpajakan yang lebih baik, kokoh, dan berdaya lanjut.
Ditjen Pajak perlu segera merumuskan strategi, melakukan konsolidasi dan koordinasi, dan  berlari cepat mengejar target. Dirjen Pajak definitif adalah prasyaratnya, lantaran sebagai nahkoda ia akan memandu arah kapal besar ini berlayar, akan kandas ataukah berlabuh di pulau keberhasilan.
Presiden Jokowi dinilai tak perlu kesulitan memilih satu dari sekian banyak putra-putri terbaik di internal Kemenkeu yang layak menjadi nahkoda. Keberterimaan di internal, kepemimpinan yang teruji, kompetensi unggul, dan integritas yang baik barangkali dapat menjadi batu uji. Lebih dari itu, Presiden dapat merasakan kimia para kandidat, siapa yang lebih sesuai dengan cita rasa dan karakter seorang Jokowi agar dapat optimal bekerja sama dan bahu-membahu.
Cara termudah tentu saja menilai berdasarkan kinerja para kandidat, terutama pencapaian di 2015, kondisi yang hampir serupa dihadapi saat ini. Atau Anda bisa bertanya kepada para pegawai pajak, tentang harapan, tantangan, persoalan, dan juga jalan keluarnya. Tak terkecuali soal nama-nama.
AHL

Komentar Anda