Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan pertimbangan pajak dalam keputusan berinvestasi tidak terlalu besar.
Selain itu, iklim investasi berpengaruh terhadap efektivitas insentif pajak. Menurutnya, sangat percuma jika diberikan insentif pajak namun iklim investasinya tidak baik. Investor asing akan enggan datang.
Permasalahan dari insentif fiskal di Indonesia adalah karena terbatasnya kriteria penerima insentif, persyaratan dan prosedur pengajuan, dan birokrasi pengajuan permohonan.
Sebagai contoh, minimnya peminat tax allowance dalam sektor hulu migas di Indonesia disebabkan proses pengajuan pemonohonan insentif harus melewati sejumlah tahapan yang melibatkan sejumlah instansi atau lembaga.
“Selain dilakukan melalui BKPM, proses permohonan tax allowance harus melibatkan trilateral meeting antara BKPM, Kementerian Teknis, dan Kementerian Keuangan,” katanya, Senin (1/4/2018).
Meski demikian, Yustinus mengakui memang perlu ada benchmarking mengenai pemberian insentif pajak. Dari perbandingan yang dilakukannya, jenis insentif fiskal yang tidak diberikan oleh Indonesia, seperti reduced tax rate atau super deduction, juga tidak diberikan dibeberapa regional.
Ada satu jenis insentif fiskal yang belum diberikan oleh Indonesia namun banyak diberikan oleh negara OECD dan Asia Pasifik-Timur yaitu R&D Incentive. Prevalensi negara Asia Pasifik- Timur yang memberikan R&D Incentive sebesar 83% sedangkan negara OECD 76%.
“Apakah R&D Incentive akan efektif, kita dapat berkaca dari kegemilangan industri otomotif Thailand,” imbuhnya.
Sebelumnya diketahui bahwa lebih dari 50% hasil produksi mobil Thailand ditujukan untuk pasar impor. Pabrikan otomotif asing begitu tertarik membangung pabrik di Thailand meski tidak ada konsumennya.
Kenapa ini bisa terjadi?
Berdasarkan penelitian Natsuda dan Thoburn (2011), keberhasilan industri otomotif Thailand adalah adanya R&D Incentive bagi pabrikan yang membangun lusat riset di sana. Pada tahun 2002, Toyota merelokasi produksi truk pickup untuk pasar Global dari Jepang ke Thailand.
Sumber: BISNIS.COM, 03 April 2018


