METROTVNEWS.COM | 16 DESEMBER 2015
Metrotvnews.com, Jakarta: Serangkaian jurus mengejar penerimaan pajak 2015 telah diupayakan Pemerintah. Namun, apa daya, jurus tersebut tak cukup ampuh membantu mencari pundi-pundi rupiah untuk mengisi kantong uang negara.
Optimisme pertumbuhan pajak yang dibuat 30 persen pun tidak akan tercapai. Target bombastis Rp1.294,5 triliun yang disepakati Pemerintah bersama DPR dalam APBNP 2015 sudah dipastikan tidak mampu diraih. Lantas berapa angka realistis yang bisa jangkau?
Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menghitung, alamiahnya pajak yang bisa dikumpulkan yakni sebesar 78 persen atau sebesar Rp1.009,7 triliun. Angka tersebut tanpa memasukkan upaya lebih (extra effort).
Namun, jika dilakukan dengan extra effort yakni dengan melakukan konseling seperti berdiskusi dan memberi pemahaman pada wajib pajak yang merasa bingung untuk membayar pajak, maka realistisnya yang bisa dicapai yakni 82 persen atau Rp1.061,5 triliun.
“Kalau tidak ada akselerasi 78 persen. Namun dengan adanya extra effort yakni dengan adanya tindak lanjut data hasil exchange of information ada tambahan empat persen maka akan jadi 82 persen. Extra effort itu besar ternyata sekitar Rp50 triliun,” kata Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).
Jika dilihat dari realisasi mendekati akhir November kemarin dengan tidak memasukkan migas yakni target Rp1.244,7 triliun, baru terkumpul 68,75 persen atau sekitar Rp806 triliun. Padahal, menurut Prastowo, ada angka rutin yang harus diamankan Ditjen Pajak dengan melihat tren di tahun-tahun sebelumnya yakni sebesar Rp980 triliun. Angka tersebut, harus diamankan oleh tim khusus supaya jangan turun. Barulah sisanya merupakan tugas tim lain untuk mencari melaluiextra effort.
“Dari awal kerja seharusnya begitu, tapi tahun ini enggak. Malah dari awal semua sibuk mencari extra effort, tapi lupa mengamankan si rutin. Kesadaran tidak aman itu baru muncul di dua sampai tiga bulan belakangan. Ini yang sudah terlambat,” tuturnya.
Namun, mau dikatakan apalagi, upaya terakhir yang bisa dilakukan tinggal berharap dari penerimaan di Desember, yang menurut Prastowo dari tren tiga tahun terakhir, Desember akan bisa terkumpul 13-15 persen. Jadi, tinggal menunggu adanya kesadaran wajib pajak yang sudah dikonseling tersebut untuk membayar kewajibannya di dua minggu terakhir sebelum tutup tahun.
“Bisa mencapai itu, karena di bulan-bulan terakhir ini banyak kondisi yang tidak bisa diprediksi,” jelas Prastowo.
