CITAX

Pajak Tembus Rp1.000 Triliun, Ini Penyebabnya

OKEZONE.COM | 29 DESEMBER 2015

pajak-tembus-rp1-000-triliun-ini-penyebabnya-VPoAloRKBCJAKARTA – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada hari minggu lalu menyatakan penerimaan pajak telah menembus Rp1.000 triliun. Hal ini sempat menimbulkan keraguan dari publik mengingat masih lambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2015.

Namun, dengan adanya data penerimaan pajak per 23 Desember, dianggap sebagai wujud optimis untuk memperoleh peningkatan pajak hingga tanggal 31 Desember 2015.

“Jadi ada datanya, menurut data hingga Rabu sore itu sudah sekitar Rp990 triliun, artinya sudah mendekati. Jadi sudah 76,5 persen,” ujar Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation (CITA) Yustinus Prastowo kepada Okezone.

Menurut Yustinus, peningkatan penerimaan pajak ini merupakan hal yang biasa terjadi pada Desember setiap tahunnya. Sebab, tanggal 31 Desember merupakan batas waktu dari pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sehingga masyarakat akan semakin banyak membayar PPN sebelum mendekati akhir tahun. Tak hanya itu, momen pemilihan kepala daerah pada awal Bulan Desember lalu juga turut menjadi sentimen positif yang mendongkrak penerimaan pajak melalui PPN.

“Secara alamiah memang Desember itu dua kali dari bulan-bulan sebelumnya. Jadi memang dari sisi itu peningkatan Desember biasanya memang lebih tinggi. Penyebabnya kan secara alamiah karena reaksi belanja pemerintah. Namun ada momen pilkada di bulan ini itu juga ikut mendongkrak PPN,” ujarnya.

Yustinus menambahkan, peningkatan penerimaan pajak pada Desember ini juga merupakan andil dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiastuti yang melakukan pendekatan persuasif terhadap wajib pajak dalam skala besar. “Lalu yang terakhir memang secara signifikan Desember ini ada peningkatan kinerja Dirjen Pajak dalam mempersuasi wajib pajak besar,” paparnya.

Sebagai informasi, penerimaan pajak hingga akhir November lalu telah mencapai Rp806 triliun. Hal ini cukup mengejutkan publik ketika Bambang Brodjonegoro menyatakan realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.000 triliun. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan pemerintah telah berhasil mendapatkan pemasukan pajak sebesar 25 persen dari penerimaan pajak selama 11 bulan.

Komentar Anda