SINDONEWS.COM | 09 DESEMBER 2015
JAKARTA – Pengamat ekonomi Perpajakan Yustinus Prastowo menyatakan bahwa akhir tahun ada optimisme penerimaan dari pajak dapat mencapai senilai 85% dari yang sebelumnya diprediksi 82%.
Optimisme tersebut disambut dengan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Ken Dwijugiasteadi yang menyatakan belum lama ini Kementerian Keuangan dan pihaknya telah mendapatkan pajak dari 1 wajib pajak senilai Rp11 triliunan.
“Sepertinya muncul optimisme akan tercapai 85%,” kata Prastowo kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (9/12/2015)
Meskipun kondisi domestik yang tak menentu, namun menurutnya di akhir tahun akan lebih terkonsolidasi dan fokus. (Baca Juga: Plt Dirjen Pajak Ken Didesak Kebut Penerimaan Pajak)
“Jadi pemerintah memang fokus di penerimaan pajak. Karena sudah ada konsekuensi pemotongan tunjangan pegawai yang tertuang dalam Perpres no 37/2015, yang menyatakan tunjangan di bawah 80% akan dipotong 30%,” kata dia.
Selain itu wajib pajak juga diminta untuk membayar lebih cepat di akhir tahun untuk kewajiban 2016 yang dinilai akan efektif menolong. “Itu akan membantu penerimaan pajak kita di 2015 ini kalau mereka bayarnya lebih cepat,” pungkasnya.
Sebelumnya Mantan Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito dalam salam perpisahannya, menyampaikan bahwa realisasi penerimaan pajak sampai akhir tahun hanya akan mencapai kisaran 80-82% dari target atau sekitar Rp 1.061,9 triliun. Artinya ada kekurangan penerimaan atau shortfall sebesar Rp 233,1 triliun.


