Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengkritik wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mengaudit wajib pajak dengan nilai restitusi besar.
Pengamat Pajak CITA, Fajry Akbar, menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan ketakutan di kalangan pelaku usaha dan mengganggu iklim investasi.
Fajry menegaskan bahwa restitusi merupakan hak wajib pajak yang dijamin oleh ketentuan perpajakan. Karena itu, besarnya nilai restitusi seharusnya tidak otomatis menjadi dasar pemeriksaan.
“Kalau mereka yang memiliki restitusi besar menjadi sasaran pemeriksaan maka ini akan menjadi sinyal bagi wajib pajak untuk menahan pencairan restitusi, atau tidak sebesar dari yang seharusnya. Karena mereka pasti akan takut diperiksa,” ujar Fajry kepada Kontan.co.id, Rabu (25/2).
Ia menilai, kondisi tersebut justru berdampak buruk terhadap dunia usaha. Menurutnya, ketidakpastian dan rasa takut diperiksa hanya karena nilai restitusi besar bisa membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengajukan haknya, bahkan menahan likuiditas yang semestinya bisa diputar kembali untuk ekspansi bisnis.
“Ini buruk menurut saya. Ini mengganggu dunia usaha. Bagaimana ekonomi kita mau tumbuh tinggi? jika mesin pertumbuhannya malah dipersulit dan ditakut-takuti,” katanya.
Selain itu, Fajry menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah masih berfokus pada intensifikasi, yakni mengejar penerimaan dari basis pajak yang sudah ada. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “berburu di kebun binatang”.
Menurutnya, pendekatan itu tidak sejalan dengan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan akan memperluas basis pajak melalui strategi ekstensifikasi.
“Yang dilakukan oleh Pemerintah adalah bentuk dari berburu di kebun binatang. Fokusnya masih dalam bentuk intensifikasi,” Katanya.
Lebih jauh, Fajry juga mengingatkan agar pemerintah tidak menjadikan restitusi sebagai kambing hitam atas penurunan kinerja penerimaan pajak. Ia menilai, restitusi merupakan konsekuensi logis dari dinamika ekonomi dan kondisi industri.
Sumber: kontan.co.id



