Internasional

The Global Tax Devil is in the Details

Masyarakat bergerak menuju apa yang disebut dengan kesepakatan bersejarah, yakni berupa penetapan tarif pajak minimum global pada perusahaan multinasional. Di bawah aturan yang sekarang, perusahaan dapat menghindari pembayaran pajak dengan cara membukukan pendapatan mereka ke dalam yurisdiksi pajak yang rendah. Apple mewakili penghindaran pajak yang dilakukan dengan membukukan keuntungan yang diperoleh dari operasinya di Eropa ke Irlandia, dan kemudian menggunakan celah lain untuk menghindari sebagian besar tarif pajak 12,5% yang terkenal di Irlandia. Kesepakatan untuk menetapkan pajak minimum global minimal 15% merupakan langkah yang tepat.

Permasalahan utama dalam proposal yang diajukan oleh OECD adalah Pilar Satu, yang dimaksudkan untuk menangani hak perpajakan, dan hanya berlaku untuk perusahaan global terbesar. Sistem penetapan transfer pricing yang lama jelas tidak sesuai dengan tantangan globalisasi abad ke-21, perusahaan multinasional telah mempelajari bagaimana cara memanipulasi sistem untuk mendapatkan keuntungan dalam yurisdiksi pajak yang rendah. Itulah sebabnya Amerika Serikat mengadopsi pendekatan di mana keuntungan dialokasikan di antara negara bagian dengan formula yang memperhitungkan penjualan, pekerjaan, dan modal.

Negara berkembang dan negara maju mungkin terpengaruh secara berbeda, hal ini tergantung pada formula mana yang digunakan. Penekanan pada penjualan akan merugikan negara berkembang yang memproduksi barang manufaktur, tetapi dapat membantu mengatasi beberapa ketidakadilan terkait dengan raksasa digital. Namun, untuk perusahaan teknologi besar, nilai penjualan harus mencerminkan nilai data yang mereka kumpulkan, yang nantinya akan sangat penting bagi model bisnis mereka.

Terdapat aspek lain dalam proposal yang masih terbilang sulit, diantaranya menyangkut penyelesaian sengketa, yang secara jelas tidak dapat dilakukan dengan menggunakan arbitrase, yang sekarang lazim dalam perjanjian investasi. Juga tidak boleh diserahkan ke negara yang bersifat sebagai “rumah” dari perusahaan. Jawaban yang tepat adalah pengadilan pajak global, dengan transparansi, standar, dan prosedur yang diharapkan dari proses peradilan abad ke-21.

Permasalahan lainnya adalah terkait larangan “tindakan sepihak” yang tampaknya dimaksudkan untuk mengekang penyebaran pajak digital. Tetapi ambang batas yang diusulkan, yaitu sebesar $20 miliar membuat banyak perusahaan multinasional besar berada di luar cakupan Pilar Satu, dan tidak diketahui terkait celah apa yang akan ditemukan, mengingat risiko terhadap basis pajak suatu negara dengan perjanjian internasional yang begitu sulit untuk dibuat dan perusahaan multinasional yang begitu kuat, sehingga pembuat kebijakan mungkin perlu mengambil tindakan sepihak.

Para pemimpin G20 akan melakukan yang terbaik untuk menyepakati pajak minimum global setidaknya 15%. Terlepas dari tarif akhir yang menjadi dasar bagi 139 negara yang saat ini sedang merundingkan reformasi ini, akan lebih baik jika setidaknya beberapa negara memperkenalkan tarif yang lebih tinggi, baik secara sepihak atau sebagai sebuah kelompok. AS, misalnya, berencana pada tingkat 21%.

Sumber: Project Syndicate, 6 Juli 2021 | Oleh: Joseph E. Stiglitz

Komentar Anda