KONTAN.CO.ID | 07 SEPTEMBER 2015
JAKARTA. Perlambatan ekonomi global dan nasional menyulitkan jalan pemerintah mencapai target yang dipasangnya tahun ini.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan di bawah 5%, proyeksi penerimaan pajak juga bakal meleset.
Kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan tahun ini memang telah memicu pesimisme otoritas pajak.
Bahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Sigit Priadi Pramudito mengindikasikan adanya kekurangan penerimaan (shortfall) pajak yang lebih besar daripada perkiraan, yakni sebesar Rp 120 triliun.
“Bisa meleset (dari perkiraan shortfall Rp 120 triliun). Bisa lebih, bisa kurang. Tetapi kami upaya dulu sebelum ngomong,” kata Sigit, akhir pekan lalu.
