CITAX H1

BI Rate Tetap, Pengamat : Momen Penurunan Sudah Lewat

397911_620TEMPO.CO | 19 Oktober 2015

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analisys Yustinus Prastowo mengatakan momentum penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) sudah lewat. Dia pun menilai keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunganya dianggap cukup tepat.

“Ada pertimbangan dari BI, salah satunya insentif. Saat rupiah menguat, insentif yang bisa diberikan adalah suku bunga,” katanya kepada Tempo saat dihubungi di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

Menurut dia, ada kekhawatiran para pelaku pasar akan menarik uangnya jika suku bunga diturunkan sekarang, lalu mengalihkan dananya keluar. “Momennya harusnya kemarin saat paket kebijakan pertama dikeluarkan.”

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2015, memutuskan tingkat suku bunga acuan bank sentral (BI Rate) dipertahankan pada level 7,50 persen. Begitu juga dengan suku bunga deposit facility yang tetap pada level 5,50 persen, sedangkan loan facility pada kisaran 8,00 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan keputusan itu diambil karena, meskipun ekonomi nasional mulai membaik, risiko gejolak perekonomian global masih tinggi. “Sehingga perlu berhati-hati,” ujarnya. Langkah ke depan, BI masih akan berfokus pada stabilisasi nilai tukar dan memperkuat persediaan valas (valuta asing).

Selain itu, menurut dia, pemulihan ekonomi global masih terbatas meskipun tekanan di pasar global sudah mulai mereda. Hal ini disebabkan terbatasnya pertumbuhan ekonomi emerging market, khususnya Cina. Sektor manufaktur dan ekspor Cina saat ini melemah dan berada di bawah ekspektasi pasar.

Komentar Anda