Partai Demokrat sedang mengajukan pajak baru terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan gas atas dasar keyakinan bahwa perusahaan-perusahaan itu bertanggung jawab atas bencana-bencana alam yang berkaitan dengan perubahan iklim. Dalam draft yang sekarang, Kementerian Keuangan dan Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat akan diberi wewenang untuk menunjuk perusahaan-perusahaan mana saja yang menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar antara tahun 2000 hingga 2019 dan mengenakan pajak secara proporsional berdasarkan penghitungan itu. Dana sebesar 500 miliar USD yang dapat dihasilkan dari pajak itu akan dialokasikan untuk pengembangan energi ramah lingkungan dan peningkatan bantuan tanggap bencana.
Rencana ini diajukan di tengah agenda Senat untuk meloloskan rancangan undang-undang infrastruktur yang meliputi anggaran untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Partai Demokrat sendiri berharap agar setelah ini dapat meloloskan rancangan undang-undang lain yang ditujukan untuk menekan tingkat produksi karbondioksida dan gas rumah kaca imbas pembakaran bahan bakar fosil. Pajak terhadap perusahaan-perusahaan minyak dan gas sendiri telah disetujui oleh semua anggota partai demokrat dan harapannya dapat diloloskan bahkan tanpa sokongan dari anggota Partai Republik sekalipun.
Kendati sejumlah perusahaan minyak besar, Chamber of Commerce Amerika, dan American Petroleum Institute mendukung rencana pajak baru ini, beberapa pihak lainnya masih menganggap pajak itu tidak adil.
Suatu penelitian tahun 2018 sendiri mendapati bahwa penyebab terbesar pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, seperti dalam pembangkit listrik, industri, dan transportasi. Sebagai kesimpulan, penelitian itu memperingatkan bahwa cuaca-cuaca ekstrem yang diperparah oleh pemanasan global ini akan menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi Amerika di tahun-tahun mendatang. Dalam konteks semacam ini, para pegiat lingkungan hidup telah lantang menunjuk perusahaan-perusahaan migas sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas perubahan iklim.
Pajak baru yang diajukan Partai Demokrat nantinya akan menyasar perusahaan-perusahaan yang menyumbangkan setidaknya 0,05 persen dari total emisi karbondioksida dan gas metana dalam kurun tahun 2000 hingga 2019. Artinya, hanya sekitar 25 hingga 30 perusahaan saja yang akan dikenai pajak itu. Sasaran pajak itu juga terbatas pada perusahaan-perusahaan Amerika maupun perusahaan-perusahaan asing yang memiliki anak perusahaan di Amerika.
Menurut Richard J. Lazarus, seorang akademisi dari Harvard University, pajak yang diusulkan Partai Demokrat itu menyerupai kebijakan yang pernah diberlakukan pada tahun 1980 di mana perusahaan-perusahaan yang menyumbang banyak polusi dipaksa membayar biaya untuk membersihkan tempat-tempat yang tercemar. Perusahaan-perusahaan kimia kala itu menggugat legalitas kebijakan tersebut namun tidak berhasil. Oleh sebab itulah ia optimis bahwa pajak baru itu juga akan dapat berdiri jika digugat secara hukum.
Sumber: New York Times, 4 Agustus 2021| Oleh: Lisa Friedman




