BERITASATU.COM | 07 DESEMBER 2015
Jakarta – Pengamat perpajakan dari Center of Indonesia Tax Analysis (CITA) Yustinus Prastowo melihat penetapan pejabat eselon I tidak harus selalu melalui lelang terbuka, melainkan bisa seleksi tertutup. Menteri Keuangan sebagai atasan sudah bisa membuat penilaian berdasarkan kinerja tahun ini, untuk kemudian diusulkan 3 nama ke presiden untuk dipilih.
“Kalau seleksi terbuka akan lama, gaduh dan bisa mengulang kesalahan tahun ini dimana penetapannya molor dan waktu untuk memulai pekerjaan tertunda, mengingat tantangan paling kuat kan kepemimpinan yang karakternya kuat dan bisa menggerakkan pasukan serta taktis ke luar,” kata Yustinus di Jakarta, Jumat (4/12).
Menurutnya, jika Panitia Pelaksana Seleksi Dirjen Pajak terdahulu dianggap kredibel dan hasil kerja calon-calon dirjen pajak sebelumnya maksimal, mereka bisa langsung diajukan karena sudah clear and clean. Mereka yang dimaksud adalah Ken Dwijugiasteadi, Suryo Utomo dan Puspita, calon dirjen pajak yang kalah dengan Sigit Priadi Pramudito dalam seleksi beberapa bulan lalu.
“Mereka bertiga saat ini menjabat staf ahli Menkeu, saya kira presiden sebaiknya ambil dari yang diusulkan Menkeu agar nanti inline dan bisa harmonis,” papar dia.

