CITAX H1

Pemerintah Mau Kejar Setoran Pajak 85% dari Target, Ini Caranya

DETIK.COM | 08 DESEMBER 2015

121242_logopajak2Jakarta -Realisasi penerimaan pajak tahun ini bakal berkurang (short fall)sebesar Rp 430 triliun dari target Rp sebesar 1.294 trliun. Artinya, setoran pajak yang mengalir ke kantong pemerintah hanya sekitar Rp 864 triliun.

Menurut Yustinus Prastowo, pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan pemerintah agar penerimaan pajak tahun ini bisa mencapai paling tidak 85% dari target.Pertama, mengalihkan belanja operasional maupun belanja modal yang belum terealisasi di tahun ini ke tahun depan.

“Belanja barang yang tidak optimal atau tidak penting bisa direm atau dialihkan ke tahun depan. Belanja modal untuk proyek-proyek yang tidak bisa direalisasikan tahun ini, bisa digeser ke tahun depan,” ujar Yustinus kepadadetikFinance, Selasa (8/12/2015).

Kedua, merealisasikan komitmen pinjaman multilateral dari lembaga keuangan seperti World Bank dan Asian Development Bank. Menurut Yustinus, pemerintah masih memiliki komitmen pinjaman multilateral hingga Rp 60 triliun.

Ketiga, dari sisi pajak ada beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain, pengenaan tarif 3% bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta yang melakukan revaluasi aset hingga akhir 2015. Lalu, setoran dari wajib pajak yang bersedia membayar lebih awal di Desember dari seharusnya dibayar tahun depan. Kemudian, penyelesaian berbagai pemeriksaan terhadap kepatuhan wajib pajak yang biasanya banyak di akhir tahun.

Keempat, Plt Dirjen Pajak mengawasi setoran harian, bukan lagi bulanan atau mingguan. Sasarannya adalah KPP Madya seluruh Indonesia, Kanwil Pajak Besar atau biasa disebut LTO (Large Tax Office), dan Kantor Pajak Khusus.

“Ketiga kantor pajak itu saja mewakili sekitar 80% dari potensi kontribusi nasional,” kata Yustinus.

Dia menambahkan jika berbagai upaya tersebut dijalankan dalam hingga akhir Desember ini maka paling tidak ada tambahan setoran pajak sekitar Rp200 triliun.

“Kalau upaya itu dilakukan optimal bisa mencapai Rp 200 triliun dan hingga akhir tahun bisa finish di angka 85% dari target,” kata Prastowo.

Komentar Anda