CITAX H1

Realisasi Pajak 2015 Terburuk Sepanjang Sejarah

INILAH.COM | 19 DESEMBER 2015

_timthumb-project-code (5)INILAHCOM, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, menantang Presiden Jokowi berani menerapkan reformasi pajak.

“Alasannya, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, target pajak tidak pernah tercapai kecuali hanya tahun 2008 saja,” papar Yustinus di Jakarta.

Pada 2008, kata Yustinus, derasnya pendapatan pajak akibat comodities booming serta program sunset policy. Sedangkan 2015, bisa menjadi capaian pajak yang terburuk sepanjang sejarah. “Jika extra effort mencapai 4 persen, maka penerimaan hanya akan mencapai 82 persen. Ini terburuk,” kata Yustinus.

Jika dilihat dari data monitoring SPAN online, kata Yustinus, target pajak nonmigas sesuai APBN-P 2015 sebesar Rp 1.244,7 triliun. Sementara realisasi per 12 Desember 2015 hanya Rp 855 triliun, atau hanya 68,7% dari target. “Secara umum, realisasi penerimaan pajak 2015 lebih tinggi dari realisasi 2014, namun sangat jauh dari target APBN-P 2015,” kata Yustinus.

Selanjutnya dia menyoroti perolehan pajak pertambahan nilai (PPN) 2015 yang di bawah 2014. Sementara PPh nonmigas naik 9,5% di banding 2014. “Pertumbuhan PPh sektor non migas di dominasi PPh 25/29 OP dan Badan akibat reinventing policy,” papar Yustinus. [ipe]

Komentar Anda