Uncategorized

BKF: Penerimaan Perpajakan 2020 Diprediksi Mengalami Kontraksi 9,2%

Jakarta, CITA – Dalam Rapat Badan Anggaran DPR RI (24/6/2020), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengatakan, pertumbuhan penerimaan perpajakan tahun ini akan mengalami kontraksi yang sangat dalam yakni sebesar 9,2% dibandingkan dengan tahun 2019 yang realisasinya mencapai Rp1.546,1 triliun atau tumbuh 1,8% yoy (unaudited). Kontraksi ini lebih dalam dibandingkan pertumbuhan penerimaan perpajakan dalam Perpres 54/2020 yang tumbuh negatif 5,3% dibandingkan dengan tahun 2019.

“Tahun ini kita sudah melakukan penajaman dua kali yakni melalui Perpres 54/2020 dengan pertumbuhan penerimaan perpajakan -5,3%.  Namun, saat ini angka yang digunakan adalah outlook 2020 dimana penerimaan perpajakan mengalami kontraksi lagi hingga 9,2% dibandingkan realisasi 2019” kata Febrio.

Febrio mengatakan rata-rata realisasi pertumbuhan perpajakan  dalam lima tahun terakhir hanya berada di kisaran 6,2%. Di tahun 2019, penerimaan  perpajakan masih mampu tumbuh 1,8% dibandingkan 2018. Namun, akibat pandemi covid-19 melanda Indonesia membuat penerimaan perpajakan tahun ini diprediksi akan mengalami kontraksi lebih dalam daripada yang tertuang dalam Perpres 54/2020.

Febrio menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan tekanan pada penerimaan perpajakan yakni perekonomian yang sedang sakit karena banyak kegiatan usaha yang harus berhenti sehingga berpengaruh pada jumlah setoran pajak.  Selain itu, banyaknya insentif perpajakan yang tengah digelontorkan pemerintah untuk membantu dunia usaha agar bisa tetap bertahan di saat sulit ini juga turut memberikan andil terhadap tekanan penerimaan perpajakan.

Komentar Anda