Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Posted onAuthoradministratorKomentar Dinonaktifkan pada Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Post Views: 643
SUMBER : UNPAD.AC.ID | 17 MARET 2015[Unpad.ac.id, 17/03/2015] Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo mengatakan penerimaan pajak di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura dan Thailand. Hal ini salah satunya disebabkan banyak perusahaan yang menghindar membayar pajak.Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, saat memberikan kuliah umum “Perpajakan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Selasa (7/03). (Foto oleh: Arief Maulana)*
Post Views: 56 Pemerintah berencana menambah objek pajak baru untuk memuluskan pencapaian target penerimaan tahun ini. Ada dua objek yang tengah dibahas serius yakni media sosial (medsos) artis dan pengguna jalan tol. Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Pengawasan Pajak Suryo Utomo memastikan kajian untuk menarik pajak medsos artis terus dimatangkan. “Kita sedang buat konsep pajaknya. […]
Post Views: 328 TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan merombak aturan pemberian insentif pembebasan pembayaran pajak dalam periode waktu tertentu (tax holiday). Di antaranya adalah menyederhanakan kriteria pelaku usaha yang bisa mendapatkannya hingga kepastian jangka waktunya. “Kami sedang mendesain kebijakan ini, ada perubahan yang sangat radikal, di mana setiap dunia usaha yang […]
Post Views: 96 KBRN, Jakarta: Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menilai rencana pemerintah menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di tahun 2026 perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, masalah daya beli masyarakat tidak bersumber dari kebijakan fiskal semata. “Kalau kita lihat masalah turunnya daya beli masyarakat saat ini, itu bersumber […]