Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Posted onAuthoradministratorKomentar Dinonaktifkan pada Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Post Views: 651
SUMBER : UNPAD.AC.ID | 17 MARET 2015[Unpad.ac.id, 17/03/2015] Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo mengatakan penerimaan pajak di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura dan Thailand. Hal ini salah satunya disebabkan banyak perusahaan yang menghindar membayar pajak.Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, saat memberikan kuliah umum “Perpajakan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Selasa (7/03). (Foto oleh: Arief Maulana)*
Post Views: 210 Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, menganggap penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan program pengampunan pajak masih terlalu dini. Sebab program ini baru berakhir kurang dari setahun. “Memang perlu ada tindak lanjut. Sebab data yang dilaporkan sepanjang pelaksanaan tax amnesty, lebih banyak harta di dalam negeri yang selama ini […]
Post Views: 192 KONTAN.CO.ID – Satu demi satu, jurus pamungkas dikeluarkan pemerintah untuk mendongkrak keuangan negara. Yang terbaru adalah rencana pemerintah merevaluasi aset barang milik negara (BMN). Salah satu targetnya: mendongkrak setoran ke kas negara. Langkah ini dilakukan karena kinerja penerimaan negara hingga Juli memang masih mengkhawatirkan. Setoran pajak baru terkumpul Rp 601,1 triliun. Adapun penerimaan […]
Post Views: 496 BERITASATU.COM | 21 DESEMBER 2015 Jakarta – Kalangan pengamat meminta pemerintah merevisi target pajak 2016 yang mencapai Rp 1.360,1 triliun. Idealnya, target pajak sebesar Rp 1.260 triliun. Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan, sudah sepatutnya target pajak diturunkan, karena realisasi tahun ini rendah, dengan shortfall sebesar 20% atau sekitar Rp 260 triliun. “Target […]