Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Posted onAuthoradministratorKomentar Dinonaktifkan pada Hadapi MEA, Kita Perlu Diplomat yang Mengerti Pajak
Post Views: 658
SUMBER : UNPAD.AC.ID | 17 MARET 2015[Unpad.ac.id, 17/03/2015] Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo mengatakan penerimaan pajak di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura dan Thailand. Hal ini salah satunya disebabkan banyak perusahaan yang menghindar membayar pajak.Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo, saat memberikan kuliah umum “Perpajakan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Selasa (7/03). (Foto oleh: Arief Maulana)*
Post Views: 246 KONTAN.COM | 11 FEBRUARI 2016 Jakarta. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah bisa meraup pendapatan lebih besar dari persyaratan pencabutan sengketa pajak bagi wajib pajak yang ingin mendapatkan pengampunan pajak atau tax amnesty. Pasal 7 ayat 3 huruf f draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak, diatur bahwa […]
Post Views: 631 Liputan6.com, Jakarta – Program pengampunan pajak atau Tax Amnesty akan segera berakhir. Namun sampai saat ini masih ada beberapa Wajib Pajak (WP) yang tidak mengikuti program ini. Beberapa WP tersebut diantaranya para konglomerat Indonesia. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengungkapkan, meski alasan beberapa orang konglomerat tersebut tak […]
Post Views: 353 SINDONEWS.COM | 12 Oktober 2015 JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, RUU Pengampunan Nasional bisa membebaskan para koruptor. Jika menggunakan istilah pengampunan nasional, maka bukan hanya pengemplang pajak saja yang bisa diampuni. “Itu artinya bisa meluas. Bahkan bisa saja yang bukan pengemplang pajak dapat amnesty. […]