CITAX Headline

Kenaikan Cukai yang Agresif Dikhawatirkan Picu Pergeseran Konsumsi ke Rokok Ilegal

Kebijakan fiskal pemerintah yang agresif berpotensi mendorong pergeseran konsumsi masyarakat ke rokok ilegal, yang harganya lebih murah dibandingkan rokok legal berpita cukai.

Kondisi ini menimbulkan tekanan ganda bagi produsen rokok legal, salah satunya berdampak pada pengurangan tenaga kerja akibat menurunnya kapasitas produksi.

Kepala Riset Perpajakan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, menegaskan bahwa pelemahan ekonomi bukan faktor utama yang menekan industri rokok.

Menurutnya, tekanan fiskal berupa kenaikan tarif cukai yang tidak sebanding dengan daya beli masyarakat menjadi faktor utama.

“Hampir tiap tahun terjadi kenaikan tarif cukai yang tidak sebanding dengan peningkatan daya beli. Produk hasil tembakau semakin tidak terjangkau akibat tarif yang naik lebih cepat daripada daya beli masyarakat,” ujar Fajry kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Fajry menambahkan, pengurangan tenaga kerja di sektor industri hasil tembakau sudah banyak terjadi, mengingat sektor ini menyerap banyak pekerja.

Selengkapnya: https://nasional.kontan.co.id/news/kenaikan-cukai-yang-agresif-dikhawatirkan-picu-pergeseran-konsumsi-ke-rokok-ilegal

Komentar Anda