“Menteri Keuangan terlalu bombastis bilang ada dana Rp11.000 triliun. Itu menurut saya bunuh diri karena kalau dia bilang sebesar itu artinya kan punya data dan besar. Kenapa tidak dari dulu lakukan penegakan hukum dan harus tax amnesty?” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/4/2016).
Pemerintah, lanjut dia, akan dianggap gagal dalam mengejar penerimaan negara di sektor perpajakan karena dana di luar negeri tidak bisa dibawa pulang semua. (Baca:Rilis Jokowi Papers Ditunggu)
Yustinus mencontohkan, Italia yang memiliki data terkait uang orang mereka yang ada di luar negeri itu pun hanya mampu menarik pulang dana ke negaranya sebesar 20%.
“Katakanlah kita ada Rp11.000 triliun, kalau pulang cuma Rp1.000 triliun atau 10% kan gagal. Saya tidak yakin dana luar negeri akan balik sebanyak itu, paling Rp500 triliun,” tandasnya.(Baca:Â Menanti Pajak Orang-orang dalam Panama Papers)
(dmd)

