BERITAX Headline

Pemerintah Tebar Diskon Pajak Bagi Mitra LPI

5Pemerintah menyiapkan insentif perpajakan bagi calon investor mitra Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Menkeu mengatakan insentif perpajakan LPI akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP). Pemerintah sudah merilis rancangan PP (RPP) mengenai perlakuan perpajakan untuk transaksi LPI. Keistimewaan berlaku bagi LPI dan mitra yang bekerja sama dengan LPI. Insentif yang akan diberikan ini akan memberikan dampak pada reputasi LPI. Tak cuma untuk investor, insentif berlaku untuk semua pihak yang bertransaksi dengan LPI.

Sejumlah fasilitas yang akan diberikan kepada investor dan mitra LPI antara lain pembebasan PPh atas dividen untuk pihak ketiga yang bekerjasama dengan LPI, badan atau lembaga pemerintah, serta entitas lain baik dari dalam maupun luar negeri. Ada juga keringanan PPh final untuk keuntungan dari penjualan atau pengalihan saham.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan aka nada dua jenis pendanaan yang dikelola LPI yakni master fund dan thematic fund. “Harapannya bisa menarik lembaga pengelola dana dari negara lain” ucapnya.

Risiko yang akan dihadapi

Menurut para pengamat ekonomi, kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan pajak untuk mitra LPI memiliki risiko besar. Ada potensi keringanan yang diberikan dimanfaatkan untuk penghindaran pajak. Penting untuk melakukan evaluasi demi memastikan pemberian insentif tidak salah sasaran. Pemerintah perlu mempelajari perkembangan pemberlakuan insentif pajak oleh lembaga pengelola dana atau sovereign wealth fund (SWF) di negara lain agar mendapatkan formula terbaik.

Selain itu, risiko lainnya yang dihadapi pemerintah saat memberikan insentif yaitu berkurangnya penerimaan pajak dalam jangka pendek dan menengah serta meningkatnya ketimpangan pendapatan. Menurut hasil riset Bank Dunia, tarif pajak dividen saat ini 10% lebih rendah dari tarif PPh. Ini artinya, golongan berpenghasilan besar mendapatkan potongan lebih kecil dari aktivitas di pasar keuangan yang menguntungkan.

LPI juga berisiko menghadapi tingkat pengembalian keuntungan atau return of investment yang rendah. Insentif pajak belum tentu menarik karena investor akan membandingkan keuntungan antara investasi langsung melalui LPI dan investasi melalui instrument lain di pasar keuangan.

Bagaimana dengan praktik negara lain?

Di negara lain, beberapa financial center memiliki keunggulan pajak. Insentif berupa pengecualian pajak atas penghasilan yang diperoleh investor dari perhimpunan dana lembaga investasi sudah dilakukan di berbagai negara. Salah satunya adalah diberikannya insentif secara selektif dan terbatas pada sektor prioritas. Misalnya, India memberikan pengecualian pungutan pajak terhadap dividen yang diberikan pada sektor infrastruktur. Norwegia menerapkan insentif yang sama pada sektor minyak dan gas.

Menteri Keuangan optimistis insentif perpajakan bagi LPI dan mitranya akan menjadi magnet investasi. Dukungan kebijakan fiskal diharapkan mampu menarik lebih banyak investor dan meningkatkan dana kelolaan LPI secara signifikan. Menyoal insentif perpajakan yang akan dituangkan dalam RPP, Sri Mulyani mengatakan saat ini RPP tersebut masuh dalam proses penyelesaian untuk segera diterbitkan.

Sumber: Koran.tempo.co

Komentar Anda