TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah mencatatkan penerimaan pajak dan cukai‘>bea cukai hingga pertengahan Desember ini masing-masing 82,6% dan 80,76% dari targetnya dalam APBN-P 2017.
Dengan demikian, penerimaan dari pajak sendiri kurang Rp 222 triliun. Sebab, pemerintah tercatat telah memperoleh penerimaan pajak sebesar Rp 1.061 triliun.
Sementara, untuk penerimaan cukai sendiri mencapai Rp 150,79 triliun per pertengahan Desember. Dengan demikian, kekurangannya adalah sebesar Rp 36,35 triliun untuk mencapai target penerimaan sesuai APBNP 2017.
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, dari realisasi tersebut, capaian bea masuk surplus. Sementara bea keluar sudah mencapai target.
Tercatat, bea masuk telah terkumpul sebesar Rp 33,02 triliun atau atau 99,24% dari target. Sementara dari bea keluar Rp 3,73 triliun atau 135,73% dari target.
“Bea masuk tercapai berkat dua hal. Satu, pertumbuhan ekonomi internasional membaik dicerminkan dari naiknya volume impor. Kedua, karena faktor keberhasilan penertiban barang impor,” kata Heru di Gedung Kemkeu, Jakarta, Selasa (19/12).
“Posisi kita lebih baik dari tahun kemarin, kita memperkirakan lebih dari 100%. Kalau terpenuhi, bea cukai pecah telur setelah beberapa tahun tidak tercapai targetnya,” ucapnya.
Oleh dikarenakan itu, pihaknya yakin bahwa realisasi penerimaan pajak dalam tahun ini tak meleset banyak dari targetnya.
“Kita sangat yakin dengan outlook realisasi 2017 ini meskipun tak 100%, tetapi membuat APBN itu mendarat dengan amanlah dengan outlook defisit yang sesuai prediksi,” jelasnya.
Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo memperkirakan, dalam tahun ini realisasi penerimaan pajak tahun 2017 dapat end di 90% atau sekeliling Rp 1.155,6 triliun. Berdasarkan dia, dalam Desember tahun ini tren penerimaan dapat melonjak tinggi melihat penerimaan dalam 2015 yang hampir sama trennya dengan tahun ini.
“Setoran-setoran dari belanja APBN/D belum setiap masuk. Tergolong PPN di akhir bulan,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (18/12).
Sementara untuk bea dan cukai diperkirakan sebanyak Rp 147,7 triliun atau sekeliling Rp 42 triliun di bawah dari goal yang sebanyak Rp 189,1 triliun.
Pencapaian 96,19% ini hendak didorong oleh ekonomi secara alamiah. “Untuk cukaikebanyakan Desember naik signifikan dikarenakan penebusan pita cukai tahun 2018,” kata dia. *
Sumber: TRIBUNMANADO.COM, 20 Desember 2017
