Pelemahan daya beli masyarakat mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kinerja penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun ini.
Di tengah melambatnya konsumsi rumah tangga, realisasi penerimaan PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga Semester I-2026 baru mencapai Rp 380 triliun atau sekitar 38,18% dari target APBN 2026 sebesar Rp 995,28 triliun.
Sinyal perlambatan konsumsi terlihat dari sejumlah indikator. Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 turun menjadi 221,6 dari 223,4 pada Mei 2026.
Secara tahunan, penjualan eceran juga terkontraksi 4,4% secara tahunan (year on year/YoY), lebih dalam dibanding kontraksi 3,9% pada bulan sebelumnya.
Di saat yang sama, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga melemah. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei 2026.
Meski masih berada di atas level 100 yang menandakan masyarakat tetap optimistis, penurunan tersebut mengindikasikan keyakinan terhadap kondisi ekonomi mulai berkurang.
Baca elengkapnya di kontan.co.id


