METROTVNEWS.COM | 16 Juni 2016
Metrotvnews.com, Jakarta: UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) tidak hanya ditujukan untuk orang-orang kaya atau pengusaha besar, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan, pelaku UMKM akan mendapatkan perlakuan khusus apabila mengikuti program pengampunan pajak demi berkembangnya usaha tersebut.
Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo mengatakan bahwa para pelaku UMKM akan mendapat perlakuan khusus dalam pengampunan pajak berupa tarif tebusan yang lebih rendah dari tarif normal.
“Tarif yang saat ini diusulkan untuk UMKMÂ adalah 0,5-1 persen. Dan, tarif untuk UMKM tersebut sudah diakomodir partai-partai juga,” kata Yustinus, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Yustinus menjelaskan, pelaku UMKM perlu mendapat tarif yang lebih rendah agar mau mengikuti program pengampunan pajak. Tujuannya supaya mereka dapat masuk ke dalam sistem perpajakan. Selain itu, potensi pajak dari para pelaku UMKM ini juga dinilai besar. Sebab, senilai Rp3.000 triliun dari PDB Indonesia disumbang para pelaku UMKM.
Mengenai prosedur, tidak ada perbedaan bagi bara pelaku UMKM apabila ingin ikut pengampunan pajak. Yakni, melaporkan aset-aset atau penghasilannya yang selama ini tidak dilaporkan kepada Ditjen Pajak. Kemudian membayar tarif tebusan dari nilai aset atau penghasilan tersebut.
“Ini kesempatan bagi pelaku UMKM. Dengan ikut pengampunan pajak, maka mereka tidak akan terbebani masalah perpajakan masa lalu. Setelah masuk sistem, mereka akan bisa lebih mudah mengakses perbankan. Selain itu juga supaya mereka tidak terkena penegakan hukum kedepannya, kan bisa hancur usahanya,” kata Yustinus.
Sementara itu, pengamat perpajakan Universitas Indonesia Darussalam mengatakan, pengampunan pajak memang berlaku untuk semua golongan, termasuk UMKM. “Tax amnesty buat semua wajib pajak baik yang super kaya maupun yang UMKM,” ujarnya.
Dia berharap para pelaku UMKM seperti para pedagang kelontong, pasar tradisional, warung tegal maupun usaha kecil lainnya mau mengikuti pengampunan pajak. Sebab, pelaku UMKM juga memiliki peran besar membangun perekonomian. Apalagi, hasil dari tax amnesty digunakan untuk sebesar besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa mandiri.
“Selain itu, manfaat bagi pelaku UMKM adalah tidak dipermasalahkan kewajiban pajak masa lalu sehingga dapat dengan tenang menata bisnis sehingga dapat berkembang,” ucap Darussalam.
Ketua Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Apindo Nina Tursina mengaku sangat menyambut baik dan mendukung rencana pemberlakuan tarif lebih rendah bagi pelaku UMKM. Nina berharap rencana ini bisa terealisasi.
“Pada prinsipnya, sangat bagus kalau ada pengampunan pajak bagi UMKM. Dan kami pun akan mendorong para pelaku UMKM supaya mau ikut program pengampunan pajak,” pungkasnya.
(AHL)


