DETIK.COM | 02 DESEMBER 2015
Jakarta -Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro telah melantik Ken Dwijugiasteadi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), menggantikan Sigit Priadi Pramudito yang sudah lebih dulu mengundurkan diri.
Salah satu tugas berat Ken yang jelas di depan mata adalah mengejar target pajak sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 sebesar Rp 1.295 triliun. Di mana sampai dengan akhir November baru terealisasi 66% atau sekitar Rp 865 triliun.
Artinya ada setoran senilai Rp 430 triliun yang harus dikejar dari Wajib Pajak (WP). Meskipun Sigit sebelumnya sudah menyampaikan proyeksi terburuk realisasi di kisaran 80-82% dari target atau sekitar Rp 1.061,9 triliun. Artinya ada kekurangan penerimaan sebesar Rp 233,1 triliun.
Pengamat Pajak, Yustinus Prastowo menilai, tidak banyak yang diharapkan untuk realisasi penerimaan tahun ini. Walau ada peningkatan penerimaan pajak ketika memasuki periode Desember, namun nilainya tidak akan terlalu banyak.
“Sebulan ini mungkin berat ya, meski akan ada peningkatan,” kata Prastowo kepada detikFinance, Rabu (2/12/2015).
Ditjen Pajak bisa saja mendorong berbagai WP, khususnya WP badan (perusahaan) untuk memenuhi kewajibannya. Akan tetapi, kembali pada kondisi perekonomian yang melambat, membuat perusahaan kesulitan.
Prastowo memproyeksikan realisasi penerimaan bisa lebih buruk, yakni 77% dari target atau sekitar Rp 997,15 triliun. Kekurangan penerimaan dari target yang harus ditanggung adalah Rp 297,85 triliun.
“Kemungkinan hanya akan finish di 77%,” tutup Prastowo.

