CITAX

Pertumbuhan Penerimaan DJBC  didorong Kinerja Baik Cukai

Jakarta, CITA – Dalam konferensi pers APBN KITA Juni 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa pertumbuhan kepabeanan dan cukai masih cukup bagus dengan realisasi hingga akhir bulan Mei mencapai Rp81,51 Triliun (39,09% dari target dalam Perpres 54/2020). Realisasi ini tumbuh positif 12,15% yoy. Kinerja kepabeanan dan cukai ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni melemahnya permintaan global hingga meluasnya efek pandemic covid-19. Sedangkan, faktor internal adalah adanya kebijakan pembatasan ekspor nikel yang diterapkan sejak tahun 2019 dan berdampak pada penurunan penerimaan bea keluar, melambatnya PMI manufaktur domestik maupun global, serta penyesuaian tarif cukai.

Pertumbuhan penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagian besar dipengaruhi oleh kinerja baik cukai yang tumbuh 18,54% atau terealisasi Rp66,63 Triliun.

Namun demikian, kinerja baik tersebut tidak diikuti oleh komponen lainnya yakni bea masuk dan bea keluar. Realisasi bea masuk sebesar Rp13,97 Triliun atau mengalami kontraksi 7,86% yoy. Sedangkan, bea keluar terealisasi sebesar Rp1,09 Triliun dengan kontraksi 27,45% yoy.

Cukai hasil tembakau (CHT) sebagai kontributor terbesar penerimaan cukai terealisasi Rp64,65 Triliun atau mengalami pertumbuhan 20,46% yoy. Pertumbuhan tinggi CHT ini lebih disebabkan oleh limpahan penerimaan tahun sebelumnya (efek PMK-57). Sementara itu, komponen cukai lainnya yang tumbuh positif yakni Etil Alkohol yang tumbuh sangat signifikan hingga 226,9% yoy.

“Dalam komponen cukai, ethil alkohol mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan salah satunya dipengaruhi oleh permintaan hand sanitizer dan lain sebagainya  yang melonjak karna pandemi” kata Sri Mulyani.

Komentar Anda