CITAX

Iuran BPJS Naik hingga Rupiah Perkasa

OKEZONE.COM | 14 Maret 2016

top-bisnis-of-the-week-iuran-bpjs-naik-hingga-rupiah-perkasa-jpZJYkyBAi

JAKARTA – Beberapa waktu terakhir pergerakkan nilai tukar rupiah di pasar mata uang cukup cemerlang. Presiden RI Joko Widodo mengatakan penguatan rupiah terjadi sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

Di sisi lain, iuran BPJS Kesehatan dipastikan naik mulai 1 April 2016. Kendati demikian kenaikan tersebut mendapatkan penolakan dari para buruh.

Sementara itu, Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan, upaya pemerintah memfokuskan penerimaan pajak dari Wajib Pajak Orang pribadi WPOP merupakan upaya menutupi potensial lost dari penerapan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang belum juga diterapkan.

Berita–berita tersebut menjadi isu yang hangat bagi para pembaca kanal BisnisOkezone.com dalam sepekan kemarin. Berikut berita selengkapnya.

Buruh Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan!

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menentang keras kenaikan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran rencananya mulai berlaku 1 April 2016.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak tepat mengingat saat ini tengah terjadi penurunan daya beli buruh. Naiknya iuran, bisa membuat daya beli buruh semakin lemah.

“Karena di tengah menurunnya daya beli buruh dan kembalinya rezim upah murah melalui PP Nomor 78 tahun 2015, maka kenaikan iuran tersebut memberatkan buruh,” ujarnya kepada Okezone, Minggu 13 Maret 2016.

Keputusan kenaikan iuran ini menyusul terbitnya Peraturan Presiden RI Nomor 19 tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan nasional.

Dengan terbitnya Perpres tersebut, maka besaran iuran peserta Mandiri BPJS Kesehatan untuk seluruh kelas mengalami kenaikan. Berikut adalah daftar kenaikan iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri:

– Kelas I naik Rp20.500 menjadi Rp.80.000

– Kelas II naik Rp8.500 menjadi Rp.51.000

– Kelas III naik Rp4.500 menjadi Rp.30.000.

Penerimaan Pajak Orang Pribadi untuk Tutup ‘Kebolongan’ Tax Amnesty

 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan sepanjang 2016 akan fokus dan mengoptimalkan penerimaan pajak dari Wajib Pajak Orang pribadi (WPOP). Fokus tersebut diharapkan sangat memberikan kontribusi maksimal terhadap target penerimaan pajak.

Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan, upaya pemerintah yang memfokuskan penerimaan dari WPOP merupakan upaya menutupi potensial lost dari penerapan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang belum juga diterapkan.

Pasalnya, pemerintah bisa mendapatkan penerimaan pajak dalam satu tahun dari penerapan tax amnesty sekira Rp60 triliun hingga Rp75 triliun. Selama ini, kata Yustinus, sulitnya para penyelidik pajak WPOP lantaran para wajib pajak yang memiliki beking yang lebih kuat, sehingga pemungutan pajak tidak berjalan maksimal. Apalagi, tax amnesty belum bisa diterapkan oleh pemerintah.

Oleh karenanya, fokus pemerintah dalam pemungutan pajak bagi WPOP merupakan langkah yang tepat, sekaligus memberikan masukan kepada wajib pajak mengenai manfaat dari pajak pengampunan.

Yustinus mengungkapkan, dalam menyukseskan pemungutan pajak terhadap WPOP di 2016 harus mendapat dukungan politik, serta harus berkoordinasi dengan PPATK dan OJK

Rupiah Perkasa, Apa Kata Jokowi?

Belakangan ini pergerakan nilai tukar rupiah di pasar mata uang cukup cemerlang. Rupiah tercatat menguat ke batas atas Rp13.000-an per USD.

Menanggapi penguatan ini, Presiden RI Joko Widodo mengatakan penguatanrupiah terjadi sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan yang diluncurkan pemerintah.

“Bicara Rupiah yang semakin menguat semakin baik, itu artinya adalah kebijakan-kebijakan, paket-paket deregulasi yang kita berikan juga kebijakan yang ada di BI, kebijakan yang ada di OJK, itu direspons positif oleh dunia usaha, oleh investasi,” paparnya di Kawasan Cakung, Jakarta, Kamis 10 Maret 2016.

Dengan respons positif tersebut, Jokowi menilai, arus modal dari luar semakin deras dan membuat rupiah menguat. “Ada arus uang masuk, ada arus modal masuk sehingga ada captital inflow, kalau ada arus uang masuk ya otomatis (menguat),” tambahnya.

Melansir Yahoofinance, Kamis 10 Maret 2016 tercatat nilai tukar Rupiah di angka Rp13.050 per USD. Adapun pergerakkan hariannya berada di kisaran Rp13.050-Rp13.160 per USD.

Sementara itu, Bloomberg Dollar Index dalam perdagangan Spot Exchange Rate di Asia, mencatat nilai tukar Rupiah menguat 105 poin atau 0,80 persen ke angka Rp13.052 per USD. Adapun pergerakkan hariannya berada di kisaran Rp13.046-Rp13.165 per USD.

Komentar Anda