CITAX

Youtube, FB Dan Twitter Akan Dikenakan Pajak Di Indonesia ?

Smeaker.com | 07 JANUARI 2016

Smeaker.com – Pemerintah masih terkendala dengan penarikan pajak terhadap insdutri digital ekonomi, yang khususnya untuk perusahaan-perusahaan besar dunia.

Sampai dengan hari ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan masih belum bisa meraup pajak dari perusahaan media sosial seperti Youtube, Facebook dan Twitter. Padahal jejaring sosial tersebut telah mendapatkan keuntungan yang besar karena telah beriklan di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat perpajakan, Yustinus Prastowo yang mengatakan bahwa pada 2015 secara umum total pendapatan industri digital ekonomi secara menyeluruh mencapai sekitar Rp 200 triliun.

“Itu di dalamnya ada macam-macam. Ada gabungan dari perusahaan-perusahaan e-commerce, media sosial dan perusahaan teknologi lainnya yang menyediakan layanan advertising,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/1/2016) seperti dikutip Okezone.com.

Kebobolannya penarikan pajak terhadap perusahaan besar seperti Youtube tersebut lantaran regulasi perpajakan Indonesia yang masih bersifat kaku.

Maka regulasinya tidak bisa berkembang dan beradaptasi dengan mengikuti perkembangan bisanis di era digital yang sangat menguntungkan tersebut.

“Memang praktek digital ekonomi memang lebih maju dai regulasinya. Kita masih peraturan lama, tidak dinamis, tidak bisa meng-capture perubahan model bisnis yang berkembang,” katanya.

Sulitnya menarik pajak dari perusahaan-perusahaan ebsar seperti Youtube itu lantaran tidak adanya kantor perusahaan di Indonesia, sehingga membuat DJP tidak bisa menarik pajak.

“Peraturan perpajakan di kita itu harus ada fix kantor di sini baru bisa ditarik pajak. Padahal mereka juga mendapatkan iklan dari kita,” kata Yustinus.

Yustinus juga mengatakan bahwa dari ketiga perusahaan media sosial yang terkenal itu, pendapatan yang lolos dari pengenaan pajak jumlahnya sekitar Rp5 triliun.

“Kurang lebihnya mereka mendapatkan revenue yang sama, mungkin Facebook lebih besar. Tapi jumlah dari revenue Youtube, Facebook, Twitter kira-kira Rp5 triliun,” imbuhnya.

Ia mengatakan seharusnya Indonesia bisa mencontoh keberanian seperti yang dilakukan oleh China yang mengharuskan perusahaan media sosial tersebut berkantor dinegaranya, jika tidak maka jaringannya akan di blokir.

“Nah di Indonesia kan marketnya besar. Pemerintah harusnya berani melakukan hal yang sama. Karena mereka yang butuh. Itu butuh political will dan keberanian dari pemerintah,” pungkasnya.

Komentar Anda