CITAX

Dana Tax Amnesty Bisa Langsung ke Sektor Non Keuangan

SUARAMERDEKA.COM | 09 Agustus 2016

bayar-pajak

JAKARTA, suaramerdeka.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122 Tahun 2016 tentang tata cara investasi di luar pasar keuangan dalam program tax amnesty. PMK ini mengatur mekanisme investasi dana hasil amnesti pajak selain di sektor keuangan yakni diantaranya sektor riil, properti, hingga logam mulia.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Novi Puspita Wardani menyatakan PMK tersebut terbit pada 8 Agustus. “Per kemarin sudah terbit PMK No 122 Tahun 2016 tentang tata cara pengalihan dana wajib pajak ke dalam negeri dan penempatan investasi di luar pasar keuangan. Ini ada investasi sektor riil, properti, logam mulia dan bentuk lainnya yang sah,” jelasnya saat sosialisasi tax amnesty di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (9/8).

PMK ini juga menunjuk sektor perbankan sebagai gateway atau pintu masuk untuk investasi di sektor non keuangan. Langkah ini dilakukan agar monitor terhadap dana repatriasi yang masuk ke sektor non keuangan dapat dilakukan lebih optimal. “Khusus non pasar keuangan dia gateway-nya hanya bank saja,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan menambah aturan terkait Special Purpose Vehicle(SPV) berkoordinasi dengan Ditjen Pajak untuk menerbitkan aturan tersebut untuk diterbitkan dalam waktu dekat. “Kalau untuk SPV memang belum, saat ini sedang disusun aturan. Nanti 0tinggal tunggu Ditjen Pajak saja,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menyatakan dengan adanya PMK Nomor 122 Tahun 2016 itu maka dana dari amnesti pajak bisa masuk secara langsung ke sektor riil. “Kalau skemanya direct takutnya bubble semua ngejar properti dan jika properti itu sudah pindah tangan akan susah dilacak,” katanya.

Karena itu, dia menyarankan agar Kemenkeu dan OJK benar-benar melakukan pengawasan terhadap jenis investasi langsung ini. Pasalnya, jika semua dana mengalir ke sektor properti karena dinilai punya nilai keuntungan tinggi maka bisa berpotensi menimbulkan bubble. Salah satu dampaknya yakni mendongkrak nilai tanah atau properti itu sendiri. Dia menilai sejauh ini sektor properti banyak diincar untuk mengambil keuntungan dengan cepat dan dalam jumlah besar. 

Komentar Anda