Siaran Pers

Merapatkan Barisan, Menyambut Tantangan

CITA | 10 JANUARI 2016

Yth. Rekan-rekan Jurnalis,

“Merapatkan Barisan, Menyambut Tantangan” (download pdf)

Tahun Anggaran 2015 dengan segenap tantangannya dapat dilewati. Kinerja penerimaan perpajakan 2015 masih cukup baik di tengah perlambatan ekonomi dan keterbatasan kapasitas. Meski demikian Tahun 2016 kita akan menghadapi tantangan yang lebih besar karena Indonesia harus melakukan pemulihan ekonomi, mengoptimalkan penerimaan negara, dan melanjutkan pembangunan bagi kesejahteraan rakyat.

Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI akan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) pada 11-12 Januari 2016 sebagai sarana evaluasi, koordinasi, dan konsolidasi. Menyambut pelaksanaan Rapim, kami menyampaikan beberapa catatan dan masukan sebagai berikut.

  1. Pajak akan menjadi isu yang semakin penting dan sektor yang diandalkan oleh Pemerintah. Untuk itu diperlukan paradigma baru yang lebih jelas agar reformasi perpajakan – mencakup kebijakan pajak, peraturan perpajakan, dan administrasi perpajakan – dapat mendukung pencapaian target pemerintah 2014-2019. Tahun 2016 adalah momentum untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi fiskal yang tidak boleh disia-siakan dan diharapkan meningkatkan partisipasi publik yang semakin besar.
  2. Perumusan visi dan arah kebijakan perpajakan seyogianya menciptakan kepastian bagi masyarakat, khususnya mengenai beberapa isu penting seperti transformasi kelembagaan (otonomi Otoritas Perpajakan), revisi UU Perpajakan (khususnya UU KUP dan UU PPh), pelaksanaan pengampunan pajak, Tahun Penegakan Hukum, dan pelibatan aktif para pemangku kepentingan. Kejelasan visi dan arah ini penting bagi peningkatan kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak.
  3. Rapim DJP dapat menyentuh dimensi terdalam dan substansial yaitu evaluasi, koordinasi dan konsolidasi internal agar lebih solid, memiliki kesamaan visi, perumusan misi yang jelas, peneguhan kepemimpinan yang mengayomi dan bertanggung jawab, kepastian kebijakan kepegawaian dan remunerasi pegawai, dan penyusunan peta jalan kebijakan dan strategi 2016 yang baik.
  4. Terkait polemik kebenaran data penerimaan pajak 2015, kami menyayangkan tindakan pihak tak bertanggung jawab yang menyebarluaskan informasi sesat. Kami menghimbau semua pihak menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi dan menghentikan penyebarluaskan informasi spekulatif yang tidak didukung data akurat dan pemahaman teknis-administratif yang memadai. Kami mempercayai pernyataan resmi Menteri Keuangan terkait data realisasi penerimaan perpajakan yang didukung Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang handal dan akuntabel, yang dikelola Ditjen Perbendaharaan Negara.
  5. Terkait pemilihan Direktur Jenderal Pajak definitif, kami menghimbau semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan politisasi dan intrik yang justru akan merugikan kepentingan organisasi. Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Menteri Keuangan untuk mengusulkan kandidat-kandidat terbaik dari internal Kementerian Keuangan yang setidaknya memenuhi kriteria berkinerja baik, memiliki kepemimpinan teruji, dan berintegritas – dan mengharapkan Presiden segera menunjuk dirjen pajak definitif agar jajaran DJP dapat segera bekerja memenuhi target 2016. Di lain pihak dituntut kebesaran hati segenap pejabat dan jajaran DJP untuk menerima apa pun keputusan yang diambil dan mendukung sepenuh hati agar dirjen pajak terpilih dapat bekerja dengan baik demi keberhasilan institusi.

Demikian catatan dan masukan ini disampaikan dengan harapan Rapim tidak sekedar menjadi formalitas yang rutin dan bercitarasa hambar, melainkan momentum konsolidasi kekuatan yang penuh spirit dan greget demi pencapaian target dan tujuan yang lebih besar.

Diucapkan selamat melaksanakan Rapim dan dihaturkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama rekan-rekan media yang membantu mengarusutamakan ide dan kebijakan perpajakan, serta melakukan kritik konstruktif terhadap praktik perpajakan Indonesia.

Jakarta, 10 Januari 2016

Salam hormat,

Yustinus Prastowo

Direktur Eksekutif

 

Komentar Anda