CITAX H2

Pengamat: Milyuner Tak Harus Masukkan Smartphone ke SPT, Kenapa?

TEMPO.COJakarta – Pengamat perpajakan, Yustinus Prastowo mengatakan smartphone perlu dilaporkan dalam SPT (Surat Pelaporan Tahunan). Namun, pemerintah tidak perlu melakukan penarikan pajak dari handphone. Ia juga mengatakan, seorang milyuner tak harus memasukkan smartphone dalam SPT-nya.

“Smartphone tak perlu dipajaki, karena toh kurang material,” kata Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis itu lewat Whatsapp, Selasa, 19 September 2017.

Yustinus mengatakan pelaporan smartphone dalam SPT perlu sebab harta adalah representasi dari penghasilan. Jika total harta tidak mencerminkan penghasilan, kata dia, bisa menimbulkan kecurigaan. “Apakah ada penghasilan yang tidak dilaporkan? Atau ada harta yang belum dipajaki?” kata dia.

Namun dalam praktiknya menurut Prastowo, wajib pajak juga punya prioritas, apakah HP tersebut signifikan terhadap total harta atau tidak. “Harus ada prinsip rasional dan materialitas,” kata dia. memasukan HP dalam SPT, karena tidak sebanding dengan penghasilan. “Artinya tanpa memasukkan HP, profil penghasilan VS harta tidak akan terpengaruh,” kata dia.

“Jadi ya proporsional saja, sebanding dengan tingkat penghasilan,” kata dia.

Lima hari lalu, jagat maya sempat dihebohkan oleh cuitan akun Twitter Direktorat Jendral Pajak @DitjenPajakRI yang mengatakan bahwa smartphone harus dimasukan sebagai harta dalam SPT.

Sumber: Tempo.co, 20 September 2017

Komentar Anda