Kendati belum bisa mewakili data nasional, dia meyakini ada korelasi positif antara peningkatan pelaporan SPT WP badan dan penerimaan pajak sehingga mampu memperbaiki performa pemasukan kas negara dari kuartal I/2015.
Sebelumnya DJP mencatat realisasi penerimaan pajak (minus PPh migas) kuartal I tahun ini senilai Rp 189,4 triliun atau turun dari capaian tahun lalu Rp 191,1 triliun. Kendati turun, penerimaan periode itu tertopang oleh PPh nonmigas yang tercatat Rp 104,9 triliun atau naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 103,8 triliun.
Ironisnya, penurunan penerimaan tersebut terjadi di tengah meningkatnya pelaporan SPT WP OP hingga 31 Maret 2015. SPT WP OP tercatat 8,93 juta atau meningkat hingga 17,58 persen dari realisasi tahun lalu 7,59 juta.
Penerimaan dari PPh pasal 21 memang meningkat hingga 10,62 persen dari Rp 23,99 triliun menjadi Rp 26,54 triliun. Namun, pos PPN dan PPnBM tercatat menyumbang penerimaan senilai Rp 83,08 triliun atau turun 2,43 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp 85,15 triliun.

